Kalau biasanya, timeline-ku diwarnai dengan pertanyaan, “Pump itu apa sih?”, sekitar weekend lalu pertanyaannya berubah menjadi, “Lho, Pump ada kejuaraannya juga toh?” Lho.. tentu saja ada. Bukannya itu salah satu cara marketing biar mesinnya (makin) laku ya? Oke, jadi singkat cerita, kejuaraannya itu namanya World Pump Festival (WPF). Siapa yang berhak ikut WPF? Yaitu wakil-wakil terbaik dari masing-masing negara. Nah, pertanyaan berikutnya tentu saja adalah: “Bagaimana menentukan siapa wakil terbaik dari masing-masing negara, atau dalam hal ini, Indonesia?” Jawabannya simpel saja kan, yaitu dengan menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional dengan nama Indonesia Pump Festival (IPF). Adapun biasanya, preliminary round untuk IPF diselenggarakan di kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Namun, di minggu-minggu terakhir, keluarlah keputusan, pulau Sulawesi juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam IPF. Lebih tepatnya, kota yang diberi kesempatan untuk berpartisipasi adalah Manado.
day 1 – speeder category
Inti dari kategori ini adalah menginjak pad yang tepat di waktu yang tepat. Seluruh peserta diharuskan memainkan lagu yang sama, yang ditentukan melalui sistem random dari mesin Pump dan pemenangnya ditentukan dari skor tertinggi. Kategori ini juga dibedakan lagi menjadi 2, yaitu female speeder dan male speeder. Kategori female speeder diikuti oleh 3 orang saja, yaitu Gaby (Sapphire Crew), Acid (MPC), dan Chen-chen (MPC). Dan karenanya, pemilihan lagunya dilakukan dengan sistem random untuk kelompok lagu women’s semifinal. Kerumunan penonton yang setengahnya dipadati oleh pumper (yang otomatis tahu betul tingkat kesulitan masing-masing lagu) seketika berteriak kencang ketika hasil random yang keluar adalah lagu Necromancy Double Level 18 (D18) dan Wanna D17. Adapun untuk finalnya, lagu yang muncul adalah DJ Otada D22. Frustrasi langsung membebani para speeder, bahkan mereka yang tidak mengikuti lomba. Dan walaupun untuk lagu DJ Otada ketiganya mendapat nilai F, berdasarkan perolehan skor, Gaby lah yang muncul sebagai Juara I, Acid Juara II dan Chen-chen juara III.
Kategori berikutnya yang dilombakan hari itu, yaitu male speeder ternyata berlangsung lebih seru. Kategori ini diikuti oleh 4 orang, yaitu Ricky (aku ngga tahu dia club apa, mungkin sih MPC), Vincent (MPC), Arneldi (Sapphire Crew), dan Ando (MPC). Sama seperti sebelumnya, pemilihan lagu dilakukan melalui sistem random untuk men’s semifinal. Daaaaaan… lagi-lagi teriakan membahana dari para pumper ketika lagu yang muncul adalaaaaaaah… Cleaner D20. Sebanding dengan bilangan levelnya yang tinggi, lagu ini dikenal dengan tingkat kesulitannya yang bikin frustrasi. Rusuhnya makin menjadi-jadi ketika giliran Vincent yang memainkan lagu ini. Seratus… dua ratus… tiga ratus… kedua kakinya terus menari di kesepuluh pad dengan kecepatan yang membuat speeder lain geleng-geleng kepala. Tanpa miss satu pun. Empat ratus.. lima ratus.. tiap digit depannya bertambah, histeria dan pitch sorakan penonton pun makin bertambah. Dan akhirnya, ketika combo-nya mencapai angka 1000, semua orang menjerit-jerit dan tak putus sampai akhir lagu. Bahkan ketika Vincent turun dari pad, semua rekan-rekannya langsung mengerumuninya, dan menepuk-nepuk pundak, kepala atau punggungnya, masih bersorak-sorak.
Dia baru saja menyelesaikan lagu tersebut dengan skor S silver, perfect combo. Dari awal sampai akhir lagu, tak satu step pun yang miss.
Melihat itu, beberapa orang spontan menoleh ke Arneldi, peserta berikutnya yang sibuk tertawa-tawa dan geleng-geleng kepala. Bercanda, dia pun berkata, “Aku mundur aja deh. Aku pulang aja deh.”
Here’s the video Vincent memainkan lagu Cleaner D20:
and here’s the video Arnel memainkan lagu Hello William D21.. Seriously, I’d never seen such a “Man, I’m screwed” expression on his face like one he had that day..
Betul saja, bukan cuma lagu Cleaner, untuk lagu Hello William D21 pun Vincent yang memperoleh skor tertinggi di antara keempat peserta. Begitu pula waktu Final dengan lagu Final Audition EP 2-x. Kesimpulannya? Yak, benar sekali. Dia lah yang muncul sebagai Juara I. Sedangkan juara II dan juara III secara berturut-turut diraih oleh Arneldi dan Ando.
Day 2 – freestyle category
Nah, kalau kategori ini.. yang diutamakan adalah koreografi peserta sesuai lagu yang dipilih. Mmm… kalau yang satu ini, percuma juga diuraikan panjang lebar.. silakan lihat sendiri performance sang juara I, Grey (MPC)
Para juara inilah yang berhak untuk ikut final round melawan juara dari regional lain di Jakarta. Dan pemenang dari final round tersebut nantinya akan mewakili Indonesia di WPF di Cina. Nah nah.. ternyata banyak cara untuk membawa nama negeri ke tingkat dunia kan?


1 responses to “the five panels excitement”
Puspa
July 1st, 2011 at 09:34
mase kakehan polah.. ~__~