pos – isi barang dan kertas koran

Published December 15, 2009 by hypocrisyoftheday

bisa kuingat, minggu LaLu adaLah kaLi ketiga aku mengirim barang Lewat pos.. waLaupun di dekat kosan ada tiki yang menurut testimoni banyak orang Lebih terjamin dan Lebih cepat, biaya yang Lebih murah membuat kantor pos yang Letaknya agak jauh menjadi piLihan.

biLa membandingkan dengan kaLi pertama memanfaatkan jasa pengiriman barang via pos (yang sejujurnya sudah tak ingat Lagi kapan kejadiannya), tampaknya prosedur pengiriman barang sekarang Lebih ketat. weLL, sebenarnya prosedurnya sama saja.. hanya petugasnya yang Lebih tegas.. duLu waktu mengirim barang ditanya, “isinya apa, mbak?” dengan terus terang kujawab tak tahu isinya karena cuma titipan pun, sang petugas dengan baik hati bersedia berimprovisasi dan tetap memproses permintaanku. namun minggu LaLu, ketika kembaLi aku berniat mengirim 3 buah bungkusan ke medan, dimana 2 di antaranya adaLah titipan, ceritanya berbeda dengan yang sebeLumnya. kembaLi mas petugas bertanya, “isinya apa?” tidak tahu, jawabku. detik berikutnya, benar-benar sangat cepat, tangkas dan tegas mas petugas menyahut, “harus tahu.”

aku mencoba menjeLaskan bahwa itu adaLah kado titipan dan aku sama sekaLi tak tahu apa isinya. tapi dia tetap berkeras tak mau memproses karena demikian Lah prosedur yang harus dipenuhi. aku pun dengan kesaLnya menyibukkan diri dengan handphone, mencoba menghubungi orang yang menitipkan barang tersebut. sayang, no hp nya terhapus. bagus sekaLi. akhirnya berkat saran bapak Dije yang mengantarku ke kantor pos, kuputuskan untuk berimprovisasi.

“isinya sepatu.”

petugas itu, nyaris tanpa ekspresi kembaLi bertanya, “harganya berapa?”

kujawab dengan ekspresi baLas menantang, “dua ratus Lima puLuh ribu.”

dan demikian Lah dia akhirnya memproses pengiriman barang tersebut. sementara aku terus memikirkan apa yang membuat mereka sekarang begitu tegas dengan prosedur pengiriman barang tersebut? yang sebenarnya dengan mudah dimengerti.

biLa kita sempatkan untuk membaca baik-baik bukti pengiriman barang, maka akan kita temukan:

1. kotak bertuLiskan ‘pernyataan pengirim’ dengan rincian di antaranya meLiputi isi kiriman, dan harganya.

2. keterangan yang menyatakan bahwa PT Pos Indonesia tidak bertanggung jawab apabiLa isi kiriman tidak sesuai dengan pernyataan pengirim.

bayangkan saja biLa pak pos yang baik hati sedang daLam perjaLanan mengirim barang terkena razia poLisi dan didapati bahwa saLah satu barang berisikan barang iLegaL. masa si bapak yang baik hati yang harus bertanggung jawab..? waLaupun secara pribadi menurutku orang kaLau sudah niat berbuat buruk akan berusaha mencari ceLah dari ketentuan yang ada. dengan berimprovisasi sepertiku, misaLnya. namun dengan adanya kedua pernyataan di atas, PT Pos Indonesia bisa terLepas dari tanggung jawab atas peLanggaran tersebut.

ya, perihaL pernyataan pengirim memang mudah dimengerti. namun ada satu Lagi kebijakan PT Pos Indonesia yang sampai sekarang masih suLit kumengerti.

sekitar buLan LaLu, aku mengirim 2 paket. keduanya kubungkus dengan koran dan kuLapisi dengan pLastik. bungkusan pertama dengan pLastik tebaL warna merah, sedang yang kedua dengan pLastik transparan. yang tak bisa kumengerti adaLah ketika petugas mengembaLikan bungkusan kedua dan memberitahuku bahwa bungkusan dengan koran tidak bisa mereka terima dan aku harus menggantinya dengan kertas poLos warna cokLat. sedangkan bungkusan pertama tetap mereka proses. aLasannya: karena yang pertama dibungkus dengan pLastik warna geLap yang menyamarkan penampakan korannya.

ada apa dengan koran? kenapa tidak boLeh mengirim dengan dibungkus koran? masa iya karena nanti korannya dibaca pak pos nya? memangnya gaji tukang pos demikian keciL sampai tak bisa beLi koran sendiri? sempat berpikir agak rumit, jangan-jangan untuk menghindari penyampaian informasi iLegaL meLaLui kode-kode daLam bentuk kertas koran? ah, berLebihan sekaLi. LagipuLa biLa demikian kenapa asaL korannya tak nampak tak apa? mungkinkah demi aLasan estetika? Lho, kan tugas mereka cuma menyampaikan kiriman, kenapa harus mempeduLikan keindahan barangnya? sungguh sampai sekarang tak jua kutemukan aLasannya.

terLepas dari semua itu, ada beberapa haL menarik Lain sehubungan dengan 2 insiden pos tersebut:

1. waLaupun kepercayaan masyarakat pengiriman barang dengan tiki Lebih cepat daripada pos, pada kenyataannya pengiriman barang dari jakarta ke medan dengan pos pun bisa sampai daLam waktu 1 hari saja. dengan harga yang Lebih murah.

2. pernah suatu ketika teman berusaha mengirim barang ke daerah kutacane (kaLau ngga saLah ingat) dengan menggunakan tiki. yang terjadi adaLah barang tersebut dikembaLikan karena mereka tidak menemukan aLamat yang dimaksud. baruLah seteLah dikirim dengan pos, barang tersebut berhasiL sampai ke tujuan.

3. petugas jasa pengiriman barang, baik pos maupun tiki seringkaLi suka berbohong. mereka biLang kiriman akan sampai daLam waktu 2-3 hari. pada kenyataannya, 1 hari saja sampai. hahaha..

4. barang titipan temanku itu isinya ternyata benar sepatu.

5. jawaban atas pertanyaan ada apa dengan koran itu sebenarnya mudah saja untuk ditemukan : cukup tanya ke petugas pos. maybe Later.

3 comments on “pos – isi barang dan kertas koran

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.