Srengenge nyunar kanti muLya..
Angine midhit kLawan rena..
Manuke ngoceh ana ing wit-witan..
Kewane nyenggut ana ing pasuketan..
Kabeh padha muji ALLah kang muLya..
Kabeh padha muji ALLah kang muLya..
beLum Lagi bait pertama seLesai diLantunkan, kau akan muLai merinding.. dan ketika pujian diserukan, “GLoria in exeLcis Deo”, setiap tetes darah daLam tubuhmu pun berdesir.. kau ingat bukan, sensasi yang kau rasakan tiap kaLi mendengar nyanyian choir keLas dunia.. tapi tidak, tidak kaLi ini.. bukanLah choir tanpa cacat itu, kawan.. bukan sopran yang meLengking jernih, aLto yang penuh warna, tenor yang menyejukkan hati dan bass yang mendentum Langsung ke sanubari..
dengarkan unisono mereka yang memaksamu menyunggingkan senyum.. benarkah unisono? Kau akan dengar, kawan.. ada satu-dua suara atau Lebih yang membandeL meninggaLkan rangkaian nada yang seharusnya.. tapi itu tak akan jadi masaLah ketika kau meLihat wajah mereka.. dengan sungguh-sungguh mereka bernyanyi mempersembahkan pujian bagi Sang Raja..
semarak pagi ini, kawan, karena organis terbaik kami mewarnai masing-masing Lagu dengan sentuhan pop, jazz, bahkan irama musik spanyoL yang meghentak-hentak.. tentunya tak ketinggaLan gegap gempita Lagu-Lagu andaLan seperti Gita Sorga Bergema dan Hai, Mari Berhimpun..
dan tentu kau tak akan bisa menahan tawa ketika jumLah para ‘maLaikat’ itu berLipat ganda.. Sang GembaLa umat teLah memanggiL mereka memenuhi muka aLtar.. sesungguhnya kawan, bahkan aLtar yang Luas itu tak sanggup menampung banjir suka cita pagi ini.. penuh semangat mereka bertepuk tangan dan bernyanyi “seLamat uLang Tahun”..
kau akan dengar, kawan.. bahwa choir terbaik di seLuruh dunia takkan bisa mengaLahkan mereka.. Lengkingan suara yang berasaL dari daLam hati, tanpa terkekang kunci nada, tempo dan birama.. kau akan dengar, sering kaLi tak bersama mereka bernyanyi, seoLah ingin berLomba-Lomba menyanyikan pujian kepada IdoLanya.. kau akan meLihat kepoLosan dari wajah mereka yang menoLeh ke kanan dan ke kiri seoLah mencari sang Ibu.. juga gerak tangan mereka dengan sepenuh hati bertepuk.. ya kawan, tangan-tangan mungiL, bibir mungiL itu yang menyemarakkan pagi ini..para maLaikat keciL yang mengundang air mata untuk memuLai petuaLangannya menyusuri pipi..
dan kurasa sama denganku, kau akan muLai membayangkan GabrieL bersama para MaLaikat Agung memimpin baLa tentara Surgawi menari riang dan bersorak memuLiakan Sang Maharaja.. dan kau tak kan heran, sama tak herannya denganku, biLa Sang Maharaja sendiri kini tersenyum berLinang air mata bahagia.. ketika Gita Sorga bergema..
“SeLamat ULang tahun, Yesus..”
