Posted by: hypocrisyoftheday | November 4, 2008

mengantar ibu ke kantor pos

hari ini saya mengantar nenek – yang biasa saya panggiL”ibu” – ke kantor pos untuk mengambiL uang pensiun almarhum bapak – kakek saya. yap, bapak duLu juga pegawai negeri. saya tidak ingat di dinas mana, cuma pernah ditunjukkan, “itu kantor bapak duLu”. tidak tahu goLongan berapa, cuma tahu uang pensiunnya sangat mepet untuk biaya hidup ibu dan saudara sepupu serta om saya yang sekarang tinggaL bersama. apaLagi sejak bapak meninggaL, aduh, uang pensiun yang tidak seberapa itu dipotong Lagi, hampir tidak cukup untuk kebutuhan sebuLan. untung ibu pintar mengatur keuangan.

kembaLi ke masaLah antar-mengantar itu tadi. saya antar ibu naik motor eh, tidak boleh sebut merk ya? pokoknya naik motor. jaLannya peLan-peLan sekaLi karena ibu sudah tua. saya jadi tidak berani meLaju Lebih dari 20 km/jam. takut kaLau ada apa-apa, harus ngerem mendadak atau apa, nanti ibu kaget, nanti ibu jatuh. jadi peLan-peLan saja. kantor pos nya keciL, tapi ramai. kebanyakan pengunjungnya sudah tua. pensiunan yang mau ambiL uang buLanan juga. ada yang diantar saudara, ada yang naik becak, ada yang jaLan kaki karena rumahnya dekat, ada yang naik motor sendiri. ada yang badannya masih gempaL, ada yang sudah kurus kering, penuh keriput seperti ibu. ada yang berdirinya masih tegak penuh wibawa, ada yang sudah bungkuk, seperti ibu. ada yang jaLannya masih tegap mantap, ada yang peLaaaaan sekaLi penuh perjuangan, seperti ibu.

sambiL menunggu ibu, saya duduk di atas motor saya, sambiL mengamati motor-motor yang Lain. banyak ragamnya. ada yang sama mereknya dengan motor saya, ada yang kurang Lebih saudara sepupunya. ada yang masih terLihat muLus, ada yang sudah penuh goresan. ada yang pLat motornya B, sama seperti motor saya. menariknya, masih ada motor-motor tua yang ya ampun, sepertinya sudah Layak dimuseumkan. tahu kan, yang warnanya merah putih itu? warnanya sudah seperti besi-besi rongsokan, tapi masih berfungsi sampai sekarang. masih bisa dikendarai untuk mengambiL uang pensiun. ada juga motor besar yang warnanya harusnya mungkin oranye, tapi sudah dimakan usia, jadi warna karat. untuk mematikan motornya, bapak itu harus bersusah payah. perLu waktu hampir satu menit.

sebentar sebeLum ibu keLuar dari kantor pos, sepeda di sebeLah saya hampir jatuh, diserempet motor warna oranye yang membawa dua kantong besar di sisi kanan-kirinya. ternyata itu motornya pak pos yang mengangkut surat-surat yang banyaknya minta ampun. di jaman modern ini, senangnya kalau bisa terima surat. tapi sepertinya unsur praktis tetap diutamakan. sms cuma perLu waktu hitungan detik saja. kaLau perLu yang agak panjang, pakai emaiL saja. yasudah, kapan-kapan saya mau kirim kartu nataL saja, bukan sms nataL. ke siapa yaaaa…?

eh, si ibu sudah keLuar. Lega karena dompetnya sudah isi. waktunya beLanja buLanan.


Leave a response

Your response:

Categories