Posted by: hypocrisyoftheday on: February 4, 2009
dimuLai dengan pagi hari yang dingin ketika tetes-tetes hujan berjatuhan di atas atap kosanku sehingga menimbuLkan bunyi berisik dan aku pun terbangun dari mimpiku yang sebenarnya tak terLaLu indah,,
weLL, satu, maLam sebeLUmnya aku tetap tidur puLas waLau hujan teLah muLai mengguyur atap kosanku,, atau tepatnya, daerah di sekitar kosanku, sampai batas yang tidak bisa diketahui dengan pasti,,
dua, aku terbangun karena bunyi aLarm hapeku, bukan karena bunyi hujan,,
tiga, aku tidak ingat Lagi mimpiku maLam itu,, dan sepertinya bukan tentang transLok, karena aku pasti akan mengingatnya,,
aku mandi, aku pergi ke kantor, aku sarapan, dan aku menganggur,, seharian aku tidak meLihat atau merasakan tanda-tanda kehadiran bos ku, Dia-yang-namanya-tak-boLeh-disebut, atau sebut saja dia “Bapak kita tercinta yang ganteng sangadh” [BKTYGS],, yang artinya itu adaLah kabar baik, karena bertemu dengannya bukan kabar baik, kecuaLi BKTYGS membawa kabar baik, yang mana sangat jarang terjadi,,
siang hari, seteLah puas tidur dan membaca buku di kantor, kami memutuskan untuk ke toko buku, dimana akhirnya kami menjadi kaLap dan menghabiskan ratusan ribu untuk membeLi buku,, aku membeLi dua buku yang tidak ingin kuceritakan disini,, bukan karena peLit atau buku itu buku terLarang, apaLagi buku porno,, tapi Lebih karena aku sendiri beLum membaca buku yang kubeLi itu,,
seteLah puLang kantor aku menghabiskan waktu untuk bersantai, makan dan kembaLi membaca buku,, LaLu duduk di depan komputer, mengetik apa yang sedang anda baca, dan tidak akan saya Lanjutkan Lebih jauh Lagi, karena saya sudah bosan,,
jangan tanya bosan kenapa,, pokoknya saya bosan,,
Posted by: hypocrisyoftheday on: February 4, 2009
05.30 bangun pagi, hujan deras; wow kesukaanku,,
05.40 mencoba tidur Lagi; wow kesukaanku,,
05.45 gagal untuk tidur Lagi; wow kesukaanku,,
05.50 ngenet dari hape ngabisin puLsa; wow kesukaanku,,
06.13 teLpon si gendut; wow kesukaanku,,
06.28 mandi pagi; wow kesukaanku,,
07.17 berangkat ke kantor; wow kesukaanku,,
07.30 sampai kantor beLum ada absen; wow kesukaanku,,
07.40 ke kantin minum susu dan makan nasi uduk; wow kesukaanku,,
08.10 ke Lantai 3 untuk absen; wow kesukaanku,,
08.20 ke Lantai 4, ngga ada kerjaan, baca buku dan tidur, di atas 4 kursi yang disusun berderet; wow kesukaanku
11.40 memutuskan untuk ke Lantai 3, dan seLanjutnya makan siang di kantin, makan burger dan minum teh b***L; wow kesukaanku,,
13.20 memutuskan untuk ke toko buku di Matraman, kaLap ngabisin 77.000 sementara uang transLok beLum turun; wow kesukaanku,,
16.08 kembaLi ke kantor, baca buku; wow kesukaanku,,
16.40 ke Lantai 3 untuk absen puLang; wow KESUKAANKU,,
17.00 makan burger [Lagi]; wow kesukaanku,,
17.30 ngobroL bersama kawan bernama Inda; wow kesukaanku,,
19.20 memutuskan untuk makan bakso; wow kesukaanku,,
20.00 ke warnet; wow kesukaanku,,
20.30 menuLiskan tuLisan ini; wow kesukaanku,,
20.31 kLik “pubLish”; wow kesukaanku,,
entah kapan Anda membaca tuLisan ini; wow kesukaanku,,
Posted by: hypocrisyoftheday on: November 4, 2008
hari ini saya mengantar nenek – yang biasa saya panggiL”ibu” – ke kantor pos untuk mengambiL uang pensiun almarhum bapak – kakek saya. yap, bapak duLu juga pegawai negeri. saya tidak ingat di dinas mana, cuma pernah ditunjukkan, “itu kantor bapak duLu”. tidak tahu goLongan berapa, cuma tahu uang pensiunnya sangat mepet untuk biaya hidup ibu dan saudara sepupu serta om saya yang sekarang tinggaL bersama. apaLagi sejak bapak meninggaL, aduh, uang pensiun yang tidak seberapa itu dipotong Lagi, hampir tidak cukup untuk kebutuhan sebuLan. untung ibu pintar mengatur keuangan.
kembaLi ke masaLah antar-mengantar itu tadi. saya antar ibu naik motor eh, tidak boleh sebut merk ya? pokoknya naik motor. jaLannya peLan-peLan sekaLi karena ibu sudah tua. saya jadi tidak berani meLaju Lebih dari 20 km/jam. takut kaLau ada apa-apa, harus ngerem mendadak atau apa, nanti ibu kaget, nanti ibu jatuh. jadi peLan-peLan saja. kantor pos nya keciL, tapi ramai. kebanyakan pengunjungnya sudah tua. pensiunan yang mau ambiL uang buLanan juga. ada yang diantar saudara, ada yang naik becak, ada yang jaLan kaki karena rumahnya dekat, ada yang naik motor sendiri. ada yang badannya masih gempaL, ada yang sudah kurus kering, penuh keriput seperti ibu. ada yang berdirinya masih tegak penuh wibawa, ada yang sudah bungkuk, seperti ibu. ada yang jaLannya masih tegap mantap, ada yang peLaaaaan sekaLi penuh perjuangan, seperti ibu.
sambiL menunggu ibu, saya duduk di atas motor saya, sambiL mengamati motor-motor yang Lain. banyak ragamnya. ada yang sama mereknya dengan motor saya, ada yang kurang Lebih saudara sepupunya. ada yang masih terLihat muLus, ada yang sudah penuh goresan. ada yang pLat motornya B, sama seperti motor saya. menariknya, masih ada motor-motor tua yang ya ampun, sepertinya sudah Layak dimuseumkan. tahu kan, yang warnanya merah putih itu? warnanya sudah seperti besi-besi rongsokan, tapi masih berfungsi sampai sekarang. masih bisa dikendarai untuk mengambiL uang pensiun. ada juga motor besar yang warnanya harusnya mungkin oranye, tapi sudah dimakan usia, jadi warna karat. untuk mematikan motornya, bapak itu harus bersusah payah. perLu waktu hampir satu menit.
sebentar sebeLum ibu keLuar dari kantor pos, sepeda di sebeLah saya hampir jatuh, diserempet motor warna oranye yang membawa dua kantong besar di sisi kanan-kirinya. ternyata itu motornya pak pos yang mengangkut surat-surat yang banyaknya minta ampun. di jaman modern ini, senangnya kalau bisa terima surat. tapi sepertinya unsur praktis tetap diutamakan. sms cuma perLu waktu hitungan detik saja. kaLau perLu yang agak panjang, pakai emaiL saja. yasudah, kapan-kapan saya mau kirim kartu nataL saja, bukan sms nataL. ke siapa yaaaa…?
eh, si ibu sudah keLuar. Lega karena dompetnya sudah isi. waktunya beLanja buLanan.
Posted by: hypocrisyoftheday on: October 31, 2008
berhubung saya sudah tamat DIII Akuntansi Pemerintahan yang artinya sudah waktunya negara menagih janji pada saya yang sudah dididik gratis bersama kambing-kambing berbahagia, saya mau tak mau harus tetap mau menjawab tagihan itu dan muLai menyibukkan diri dengan mengurus berbagai surat-surat yang diperLukan untuk mengukuhkan status saya sebagai caLon budak pegawai negeri.
hari ini saya muLai dengan mengurus surat keterangan catatan kepoLisian atau yang Lazim disebut SKCK. untuk bikin surat ini saja perLu yang namanya surat pengantar, muLainya dari RT. berbekaL surat pengantar dari RT ini, saya meLaju menuju kantor keLurahan. disana dibikinkan surat keterangan baru. ditanyai macam-macam. tapi saya maLes jawab. jadi dijawab sekenanya. eh, ternyata disana ada om saya. baru tahu ternyata om saya kerja disana. surat pengantar tadi ditandatangani pak Lurah (kayaknya),, trus dikasihken ke saya. Lho? masih ada tempat kosong. ternyata surat itu harus dimintakan tanda tangan pak camat. waduh, jauh Lagi kantor camatnya. tak apa. sampai sana, surat diserahkan ke pak sekretaris. dicatat di buku register, dikasih cap no NIP pak camat, trus dimintakan tanda tangan ke pak camat. sudah, dicap Lagi. kaLi ini cap kecamatan. mungkin, tidak saya perhatikan tadi.
untung saya ke kantor kecamatan itu sama mama saya. kaLo sendiri, mungkin saya tidak akan menyadari maksud kotak yang ada di meja pak sekretaris itu. baru ngerti saya, waktu mama memasukkan sejumlah uang – tidak tahu jumlahnya – ke dalam kotak itu. oh, itu kotak untuk ’sumbangan suka reLa atas jasa peLayanan’ yang ramai dibicarakan itu toh? Lain kaLi kaLau mengurus surat-surat akan saya perhatikan ada kotak atau tidak.
seteLah surat pengantar tadi penuh tanda tangan dan cap, saya ke poLsek, yang ternyata tidak jauh dari kantor kecamatan. disana Langsung disambut beberapa orang yang terLihat gahar pakai seragam poLisi.. waw, batin saya. Langsung ditanyai, mau bikin SKCK ya? saya jawab iya. LaLu disuruh masuk. sampai di tempat peLayanan pembuatan SKCK, saya membatin ‘waw’ Lagi. antara saya dan bapak petugas itu dipisahkan oLeh jeruji besi. seperti penjara. bapak itu terLihat gaLak. badannya gempaL, mukanya buLat, kumisnya tebaL, persis seperti image puLisi yang di sinetron-sinetron itu. saya ditanyai, mau meLamar ke swasta atau negeri? saya jawab negeri. dimintai foto 3×4 sebanyak 1 Lembar saja. ditanyai nama papa saya. saya jawab Rafael Widi Dahanapati. bapak itu tuLis di bukunya Rafael Widi Danapati. saya protes, Dahanapati. dibetulkan oLeh si bapak. LaLu bapak itu mengambiL sebuah kertas, dipasang di mesin tik. iya, mesin tik. yang berisik itu. bunyinya ctok ctok ctok teketektektektektek jegreeeekk ctok ctok begitu terus. si bapak pakai sebelas jari. tangan kiri kadang jari telunjuk kadang jari tengah. tapi tangan kanan selalu jari tengah. sudah seLesai mengetik, kertas tadi diberikan pada saya sambiL biLang, “sepuLuh ribu”. saya kasih seLembar uang warna merah. kembaLian tidak saya minta karena memang uangnya pas.
kertas itu tadi Lantas saya bawa ke PoLres. disana saya mengisi bLangko berisi pertanyaan2 tentang saya (masa tentang anjing saya? wong saya tidak punya anjing.). seteLah itu saya tidak tahu. karena papa saya yang berkeras ingin mengurusnya. saya tidak meLawan. ngaLah. biar orang tua saja yang maju. jarang-jarang seperti itu. jadi biarkan saja. yang saya tahu, berikutnya saya sudah pegang yang namanya SKCK. ada foto saya disitu. karena itu SKCK punya saya.
berikutnya saya mengurus yang namanya kartu kuning. ke depnaker. cepat juga. diminta ijasah, ktp dan foto. dikasih bLangko Lagi dan seLembar kartu, warnanya kuning. namanya saja kartu kuning. mengisinya dipandu bapak-bapak yang baik hati. dicap, difotokopi, di cap Lagi. sudah seLesai. tidak bayar. di depan pintu sudah ada tuLisan besar, “gratis coooyyy,,,”
memang seperti itu harusnya peLayanan masyarakat.
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 12, 2008
hari ini niatnya ngerapiin rambut yang udah hampir setahun ngga diapa-apain,, NIATNYA sih,,
gara-gara bencong keparat yang sok tahu itu, niatan itu sepenuhnya berantakan,,
beLah mana nya sih yang dia ngga ngerti dari kaLimat ‘diguntingnya jangan banyak2???” berapa hari sih jadi motong rambut orang?? ngga ngerti dimananya sih kata-kata DIRAPIIN AJA???
uuuuh…. kependekan, gobLog!!!
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 6, 2008
Have you someone in your Life who Lies a LOT to you that you can’t even teLL if he’s teLLing the tRuth or just another Lie?
I do,,
Sekian Lama aku jadi ‘terLatih’ untuk tahu saat dia berbohong,, atau sebaLiknya, jadi seLaLu berprasangka bahwa apa yang dia katakan bukanLah yang sebenarnya,, aku bisa menerka setiap skenario yang dia susun, dan cerita sebenarnya di baLik skenario itu,, sounds too much? Nope,, this is reaL,, and it hurts so bad, karena orang itu seharusnya orang terdekatku yang bisa seLaLu kupercaya,,
And he is NOT you, my dear,,
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 6, 2008
Banyak orang biLang hidup itu piLihan,, bahwa semua yang terjadi adaLah tanggung jawab setiap pRibadi,,
terLambat kuLiah gara-gara kena macet? WeLL, that’s actuaLLy because you chose not to get up earLier,, ngga bisa bangun pagi? Karena kamu memiLih buat tidur Larut maLam sebeLumnya,,, karena kamu memiLih buat nongkRongin 22 orang yang dengan kurang kerjaannya memperebutkan satu benda buLet yang disebut boLa,, panjang Lah pokoknya,, semua itu karena piLihan,,
muLai daRi haL keciL dan sederhana seperti itu, sampai haL-haL besar yang akan mempengaruhi the rest of Your Life – universitas atau pasangan hidup, misaLnya – hampiR semuanya diatasnamakan piLihan,,
yang menarik, ada kaLanya kata piLihan justru dijadikan excuse seseorang ketika something bad happen,, contoh ekstrimnya, seorang tersangka kasus pembunuhan yang berkata, ‘saya tidak punya piLihan, saya terpaksa membunuhnya atau dia akan memberitahu istRi saya tentang hubungan kami seLama ini,,’ atau ketika seseorang mengambiL keputusan yang agak nyeLeneh dan tidak sejaLan dengan standar normaL orang pada umumnya,,
“ini piLihanku,,” (baca: mind your own bussiness!)
Kata piLihan seoLah menjadi suatu bentuk justifikasi, pembenaran atas keputusannya tersebut,,
And when things (reaLLy) turn bad?
“aku ngga punya piLihan saat itu,,”
Hahaha,,, isn’t Life interesting funny ?
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 6, 2008
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 5, 2008
“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?” [Matius 5:43-47]
Posted by: hypocrisyoftheday on: July 5, 2008
sejenak tersesat di persimpangan jaLan,, kehiLangan arah,, tanpa tahu harus kemana,, sejenak terdiam menanti yang akan menunjukkan arah bagiku,,
rescue,,! rescue,,! rescue,,!
nanti sajaLah,, pengen tersesat duLu,, sebentar saja,,
hhhh,,, ngga jeLas,,,
Recent Comments